Kutipan : Mantiq’u-Thair : Faridu’ddin Attar
Segala burung di dunia, yang dikenal dan tak dikenal datang berkumpul.
Mereka berkata : Tiada negara di dunia ini yang tanpa pemimpin. Jadi mana mungkin kerajaan burung-burung tanpa penguasa.
Keadaan ini tak bisa dibiarkan terus. Kita mesti berusaha bersama-sama
untuk mencarinya, karena tidak ada negara yang akan tertata dengan baik
tanpa penguasa.
Maka merekapun berfikir bagaimana cara untuk mencarinya.
Burung Budbud dengan bersemangat dan penuh harapan tampil kemuka, lalu menempatkan diri ke tengah majelis burung-burung itu.
Didadanya tampak perhiasan sebagai perlambang bahwa dia telah melalui
suatu perjalanan ruhani, jambul di kepalanya sebagai mahkota kebenaran,
dan ia telah memiliki pengetahuan tentang baik dan buruk.
Burung-burung yang terhormat,’dia mulai, Akulah yang bergiat dalam
perjuangan suci, dan aku utusan dari dunia yang tak kasat mata.
Aku memiliki pengetahuan tentang Tuhan dan rahasia-rahasia penciptaan.
Bila ada yang seperti aku membawa nama Tuhan, Bismillah di paruhnya,
itu berarti dia pasti memiliki pengetahuan tentang banyak hal yang
tersembunyi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar