Minggu, 14 Oktober 2012

GURU RUHANI DAN MURIDNYA (MANTIQUT-THAIR)

Dalih Burung Keenam
Dari Mantiqut thair by Faridu'd-Din Attar

Guru Ruhani dan Muridnya



Seorang murid yang masih muda, tanpa sepenetahuan gurunya (seperti dikiranya) mempunyai sekedar simpanan emas. Gurunya itu tak berkata apa-apa, dan suatu hari mereka pergi bersama-sama dalam suatu perlawatan. Akhirnya mereka sampai ke sebuah lembah yang gelap; di tempat masuk ke lembah itu terbentang dua jalan. Si murid mulai khawatir, sebab emas (memang) merusak pemiliknya.

Gemetar ia pun bertanya pada Gurunya, “Jalan mana yang mesti kita tempuh?” Gurunya itu menjawab, “Bebaskan dirimu dari apa yang membuatmu khawatir itu, maka jalan mana pun tak menjadi soal. Setan takut akan orang yang tak mempedulikan uang, dan cepat akan menghindar daripadanya. Demi sebutir emas kau membelah sehelai rambut. Secara agama, emas seperti keledai yang lumpuh; tak ada harganya, hanya merupakan beban.

Bila kekayaan datang pada seseorang dengan tak disangka-sangka, mula-mula akan membuatnya bingung, kemudian menguasainya. Ia yang terikat dengan cinta akan uang dan harta milik, terikatlah tangan dan kakinya dan dilontarkan ke dalam lubang-penjara. Hindarilah lubang penjara yang dalam ini jika kau bisa; jika tidak, tahan nafasmu, sebab udara didalamnya amat luar biasa pengapnya.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar