Sabtu, 04 Juni 2011

Turkistan Timur: Negeri Islam yang Kaya

Turkistan Timur: Negeri Islam yang Kaya

 

Saat ini, Turkestan Raya terbentang dari Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Uzbekistan dan Turkemenistan yang juga dikenal sebagai Turkestan Barat. Adapun  Turkestan Timur, yang membentuk se-perenam dari wilayah Cina, adalah wilayah pendudukan atau penjajahan Cina selama 2 abad. Pada abad ke-19, wilayah Turkestan Timur diberi nama Cina, yaitu Xinjiang atau “Tapal Batas Baru” atau “Daerah Kekuasaan Baru.”
Rakyat asli Turkestan Timur adalah rakyat Turkic yang mayoritasnya beragama Islam. Menurut laporan Amnesti Internasional, terjadi suatu imigrasi besar-besaran suku Han (suku terbesar yang mendominasi populasi Cina) yang memasuki Xinjiang atau Turkestan Timur yang mengakibatkan berkurangnya proporsi rakyat asli di sana. Lebih jauh lagi, Al-Jazeera juga melaporkan bahwa imigran  yang bersuku Han di Turkestan Timur melonjak dari di bawah setengah juta penduduk pada tahun 1953 hingga mencapai 7,5 juta penduduk pada tahun 2000 dan masih terus bertambah. Dari data yang ada, penduduk imigran Han membentuk 42% dari Turkestan Timur dengan jumlah total populasi sejumlah 18 juta penduduk. 
Menurut www.china.org.cn, pada tahun tahun 2004, 41,2% wilayah Turkestan Timur dianggap cocok sebagai pengembangan pertanian, kehutanan, dan peternakan. Dari sekitar 122 mineral yang ditemukan di Turkestan Timur, beberapa di antaranya ditemukan dalam jumlah yang sangat besar seperti tambang besi dan garam. Cadangan batubara di Turkestan Timur sendiri sekitar 38% dari seluruh cadangan di Cina. Cadangan minyak dan gas diperkirakan sekitar 30 miliar ton yang membuat lebih dari 25% minyak dan gas nasional. Koran People’s Daily melaporkan pada bulan Februari 2008,
“Produksi minyak mentah dan gas alam oleh Tahe Oil telah meningkat. Kenaikan produksi ini 40% nya dari Xinjiang. Pada tahun 2007, ladang minyak Tahe Oil diharapkan akan memproduksi antara 300 sampai 500 juta ton minyak. Pada akhir tahun lalu, telah terkonfirmasi sekitar 2,47 miliar ton cadangan minyak dan gas alam.” [Dari berbagai sumber]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar