Sabtu, 04 Juni 2011

Demi Pohon Penyelamat, Yahudi Makin Giat Lahap Palestina

Demi Pohon Penyelamat, Yahudi Makin Giat Lahap Palestina


 PM Netanyahu, dalam acara penamanam pohon Ghorqod penyelamat mereka di akhir zaman

YERUSALEM (Berita SuaraMedia) - Lima belas pengunjuk rasa dari suku Badui ditahan pada Rabu pagi ketika mereka berdemonstrasi terhadap operasi penanaman pohon di hutan di luar Goral Beersheba, demonstrasi itu berubah menjadi konfrontasi kekerasan dengan pekerja JNF KKL dan polisi.
JNF-KKL (Jewish National Fund) didirikan pada 1901 untuk membeli dan mengembangkan tanah Utsmani di Palestina (yang kemudian disebut Israel) untuk pemukiman Yahudi. JNF adalah sebuah lembaga nirlaba yang dimiliki oleh organisasi zionis dunia dan memiliki kekuasaan quasi-pemerintah. Pada 2007, ia memiliki 13% dari total tanah di Israel.
Sejak awal, JNF telah menanam lebih dari 240 juta pohon di Israel. Organisasi ini juga telah membangun 180 bendungan dan waduk, mengembangkan 250.000 hektar (1.000 km2) tanah, dan mendirikan lebih dari 1.000 taman.
Puluhan Badui dari daerah terdekat mendatangi hutan yang akan digarap di daerah yang berdekatan dengan Goral Junction, untuk memprotes penggarapan lahan yang dilakukan oleh rimbawan KKL-JNF dalam persiapan untuk proyek reboisasi atas nama Administrasi tanah Israel. Orang-orang Badui mengklaim bahwa tanah tersebut adalah milik mereka dan berusaha untuk menghentikan pekerjaan.
Tak lama kemudian, para pengunjuk rasa mulai melemparkan batu ke polisi dan para pekerja di lapangan dan memblokir traktor di jalan mereka. Polisi bereaksi dengan kekerasan untuk membubarkan demonstran dengan gas air mata.
Magen David Adom Crews merawat dua pengunjuk rasa yang menderita luka-luka akibat gas air mata yang digunakan untuk melawan mereka oleh polisi, dilaporkan seorang perwira polisi terluka saat demonstrasi tersebut berlangsung. Ketiga orang itu dibawa ke rumah sakit Soroka Beersheba dengan luka-luka ringan.
Menurut Ami Uliel, direktur wilayah selatan KKL- JNF, polisi berada di tempat kejadian karena sudah berkoordinasi dengan KKL-JNF sebelum protes dimulai. Dia mengatakan bahwa demonstrasi itu sudah diantisipasi.
"Selama beberapa bulan terakhir sudah ada beberapa usaha untuk menghentikan kerja lapangan yang sedang berlangsung. Orang-orang Badui telah mengajukan permohonan ke pengadilan, termasuk Mahkamah Agung, untuk mencoba dan membuktikan bahwa tanah milik Badui. Pengadilan menolak semua klaim dan memutuskan bahwa tanah tersebut milik negara," kata Uliel.
"Ketika ILA memberitahu kami bahwa semuanya sudah beres, maka kami bisa mulai bekerja, kami berjalan sesuai perintah. Kita berusaha untuk menjadi sesensitif mungkin dalam memahami perasaan penduduk Badui," Tambahnya.
Uliel juga mengatakan bahwa sangat penting untuk menyatakan tidak ada konflik antara KKL-JNF dan penduduk Badui. "Saya berada di lapangan kemarin dan hari sebelumnya dan melihat keluarga Badui pergi ke hutan ini untuk menikmati perayaan liburan. Hutan ini melayani orang dari segala latar belakang dan agama," katanya.
Operasi penanaman pohon dan pengakuan hak milik atas lahan Palestina ini sejalan dengan watak Zionis-Israel mengaku sangat yakin akan bisa mengalahkan seluruh umat manusia, khususnya umat Islam, dan menjadi pemimpin dunia.
Namun ada satu anomali yang sangat bertentangan dengan keyakinan mereka ini, mereka berlomba-lomba menanami Tanah Palestina yang mereka duduki secara tidak sah, dengan pohon Ghorqod (Nitraria retusa).
Ulah para Zionis-Yahudi yang berlomba-lomba menanami Tanah Palestina dengan pohon Ghorqod adalah suatu tindakan antisipasi bagi mereka atas umat Muslim, sebagaimana telah disebutkan dalam hadist (HR Muslim VII/188, Bukhari IV/51, Lu'lu' wa al-Marjan III/308), hanya pohon Ghorqod-lah satu-satunya tempat yang bersedia dipakai guna tempat persembunyian kaum Yahudi.
Tidak diketahui secara pasti kapan kaum Zionis-Israel mulai menanami Tanah Palestina dengan pohon Ghorqod. Hanya saja, melalui website Jewish National Fund (www.jnf. Org), di bagian JNF Store (Tress for Israel Certificate), disebutkan bahwa di Tanah Palestina telah ditanami sebanyak 220 juta batang pohon Ghorqod.
Uniknya, dengan serius dan profesional, kaum Zionis juga mengiklankan di dalam situs tersebut bahwa siapa saja bisa membeli pohon Ghorqod secara online dan kemudian menyumbangkannya ke Israel untuk ditanam di tanah Palestina.
Salah satu pengunjuk rasa mengatakan kepada wartawan Ynet bahwa ia merasa ada permusuhan antara Badui dan Yahudi. "Kami berusaha mencari dan meraih solusi atas tanah yang akan dibagi di antara kami. Ini adalah tanah milik kami sebelum negara ini dibentuk. Polisi tahu bahwa kita tidak mencari konflik tetapi mereka ingin mengubah kami menjadi pelaku kejahatan yang menentang hukum."
"Tugas kita adalah untuk memelihara hukum dan ketertiban. Saya sangat menyayangkan mengetahui bahwa ada orang-orang yang mengambil hukum ke tangan mereka sendiri terlepas dari fakta bahwa isu mengenai hal ini telah diselesaikan di pengadilan," kata Letnan komandan polisi Avshalom Peled. (jp/wp)  www.suaramedia.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar